JEMBER, Pada tanggal 24 Oktober 2014 tepatnya pada hari Jum'at. Pramuka SMK Negeri 2 Jember mengadakan kegiatan Pramuka tingkatan Penggalang dengan nama acara
"Pesta Raya Penggalang Terampil 2014 (PARALATRAM)". Acara ini dilaksanakan di bumi perkemahan SMK Negeri 2 Jember yang diikuti oleh 19 Regu Penggalang putra dan putri se-karesidenan Besuki. Acara ini dilaksanakan selama tiga hari dua malam, kegiatan hari pertama adalah Upacara pembukaan PARALATRAM yang dipimpin oleh Kak Rizqi selaku Ketua sangga kerja pada kegiatan tersebut selain itu Pembina upacara pada pembukaan acara merupakan Komandan Kodim 0824 Jember. setelah Upacara Pembukaan dilanjutkan dengan Pengenalan jurusan yang ada di SMK Negeri 2 Jember kepada pramuka penggalang kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi tentang wawasan kebangsaan dan bahaya rokok.
 |
| Pemberian Materi kepada Pramuka Penggalang |
Hari kedua diadakan senam pramuka dan dilanjutkan dengan istirahat, setelah istirahat diadakan kegiatan perlombaan. kegiatan perlombaan dibagi menjadi dua bagian inside camp activities dan outside camp activities.
Inside Camp Activities :
 |
| 1. Olahraga Kedirgantaraan (Aeromodelling) |
 |
| 2. PBB Tongkat |
 |
| 3. Teknologi Tepat Guna |
 |
| 4. Vocal Group |
 |
| 5. Lomba Cerdas Cermat |
 |
| 6. Pioneering & Knoting |
Outside Camp Activities :
 |
| 1. Taksir Ukur |
 |
| 2. Peta dan Kompas |
 |
| 3. Panorama Sket |
 |
| 4. PPPK |
 |
| 5. Survival |
 |
| 6. Halang Rintang |
Hari terakhir dilaksanakan lagi senam pramuka setelah itu dilanjutkan dengan pelaksanaan Bakti masyarakat sebagai bagian dari rangkaian acara PARALATRAM dan juga bagian dari Program kerja Pramuka Ambalan Pasopati - Ardadedhali. Pada acara bakti masyarakat ini peserta diarahkan ke masjid SMK Negeri 2 Jember, dua masjid Desa Tegalgede, dan selokan yang ada di lingkungan desa Tegalgede. Setelah acara bakti masyarakat peserta diarahkan kembali ke bumi perkemahan SMK Negeri 2 Jember untuk bersiap melaksanakan upacara penutupan.
Upacara penutupan PARALATRAM dipimpin oleh Kak Yusuf selaku Pradana ambalan Pasopati dan Pembina upacara adalah Kak Furqon selaku Ka.Mabigus Pramuka Gudep Jember 02-141/02-142. Pada upacara penutupan, diumumkan juara per mata lomba, juara tergiat, dan juara umum.
JEMBER - Tepat pada tanggal 22 Oktober 2014 - 23 Oktober 2014 Pramuka SMK Negeri 2 Jember mengadakan Diklat dan Pelantikan Bantara yang bertempat di bumi perkemahan SMK Negeri 2 Jember. Kegiatan ini diikuti oleh 20 Peserta (17 peserta putra dan 3 peserta putri) yang telah menyelesaikan syarat - syarat kecakapan umum (SKU) tingkat Bantara. Kegiatan ini diawali dengan upacara pembukaan pada hari Rabu (23/10) dan dilanjutkan dengan membagi peserta menjadi beberapa kelompok yang nantinya akan melaksanakan penjelajahan sesuai rute yang ditentukan oleh sangga kerja. Pada saat penjelajahan dimulai terjadi hujan lebat sehingga mengakibatkan acara ditunda selama 20 menit dan penjelajahan dimulai. Pada kegiatan penjelajahan , disetiap rute yang dilalui terdapat Pos untuk diklat. Pos pada penjelajahan ini diberikan guna mempertanggungjawabkan hasil pembelajaran kepramukaan dan SKU yang telah ditempuh. Pos pada penjelajahan siang antara lain :
- Taksir Ukur
- Pioneering & Knoting
- Semboyan dan Isyarat
- Survival
Setelah peserta selesai melaksanakan penjelajahan, peserta diperkenankan melakukan bersih diri, dan melaksanakan kegiatan ibadah sesuai agamanya masing - masing. Setelah melakukan Istirahat, seluruh peserta dikumpulkan untuk melakukan makan malam bersama. Prosesi makan malam dilakukan dengan cara Adat Ambalan Pasopati - Ardadedhali.
 |
| Prosesi Makan Malam |
Peserta yang melaksanakan Makan Malam dibatasi waktu makannya selama 5 menit (+/- 7 menit) dan langsung diinstruksikan untuk berbaris di lapangan utama. Seluruh peserta berkumpul dilapangan utama untuk melaksanakan Pos Penjelajahan Malam. berbeda dengan pos penjelajahan siang yang dilaksanakan di luar bumi perkemahan SMK Negeri 2 Jember, acara pos penjelajahan malam dilaksanakan didalam lingkup SMK Negeri 2 Jember. pada pos penjelajahan ini terdapat lima materi yang di ujikan, antara lain :
- Kode Kehormatan Gerakan Pramuka
- Wawasan Kebangsaan
- Tanda Pengenal Gerakan Pramuka
Setelah seluruh Pos telah di tempuh seluruh peserta dikumpulkan di lapangan kedua untuk melaksanakan diklat PBB (Peraturan Baris Berbaris) dan selesai diklat PBB peserta diperkenankan Istirahat siaga di tempat yang telah disediakan. Pada saat peserta istirahat siaga seluruh sangga kerja dikumpulkan untuk melakukan briefing untuk acara selanjutnya. Saat seluruh sangga kerja telah selesai briefing, seluruh peserta dibangunkan untuk melaksanakan Bina Mental dan Jasmani (BINTALJAS) di lapangan utama. pada acara ini seluruh peserta digembleng mental dan fisiknya sebelum mereka dilantik. Kegiatan terakhir sebelum mereka dilantik adalah Renungan Jiwa Penegak. Pada saat renungan jiwa penegak seluruh peserta membentuk lingkaran dengan jarak dua lengan antar peserta. Mereka dihadapkan dengan buku renungan dan sebuah lilin untuk meneranginya. Buku renungan itu digunakan untuk merenungkan kesiapan dari tiap - tiap peserta yang akan dilantik pada pagi harinya nanti. Saat semua rangkaian acara telah selesai dilaksanakan, seluruh peserta, sangga kerja, dan pembina berkumpul di lapangan untuk melaksanakan pelantikan dan kegiatan ditutup dengan acara Makan pagi bersama.
VISI dan MISI
GERAKAN PRAMUKA 2014-2019
(Kep. Munas Gerakan Pramuka Nomor: 10/Munas/2013)
Visi
Tantangan utama yang dihadapi oleh Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan nonformal yang turut berperan dalam pendidikan kaum muda Indonesia adalah bagaimana menempatkan organisasi dan kegiatan kepramukaan sebagai kegiatan yang menarik dalam kehidupan kaum muda.
Melalui kegiatan Gerakan Pramuka diharapkan karakter dan kepribadian kaum muda dapat dibina dan dikembangkan guna turutserta dalam pembangunan nasional, dalam hal ini Gerakan Pramuka menjadi wadah pembentukan karakter dan kepribadian kaum muda. Berdasarkan hal tersebut, ditetapkan Visi Gerakan Pramuka Tahun 2014–2019 sebagai berikut:
”GERAKAN PRAMUKA MENJADI PILIHAN UTAMA BAGI PEMBENTUKAN KARAKTER KAUM MUDA”
Misi
Gerakan Pramuka berkewajiban untuk memberikan peran dan kontribusinya kepada pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. Berdasarkan hal tersebut, ditetapkan Misi Gerakan Pramuka sebagai berikut:
A. MEWUJUDKAN GERAKAN PRAMUKA YANG MANDIRI DAN BERMUTU.
B. MEMANTAPKAN SISTEM PENDIDIKAN GERAKAN PRAMUKA YANG MENANAMKAN
NILAI-NILAI KEPRAMUKAAN BAGI KAUM MUDA.
Kiasan Dasar adalah alam pikiran yang mengandung kiasan (gambaran) sesuatu yang disanjung dan didambakan. Kiasan Dasar dalam Gerakan Paramuka
diambil dari romantika sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Oleh karena
itu, kiasan ini mengambil hal-hal yang terkait dengan sejarah
perjuangan bangsa Indonesia, baik pada masa lalu maupun perjuangan
pembangunan pada masa sekarang.
Kiasan Dasar,
digunakan sebagai salah satu unsur terpadu dalam pendidikan
kepramukaan. Penggunaannya dimaksudkan untuk mengembangkan imajinasi,
sesuai dengan usia dan perkembangan peserta didik sehingga sehingga akan
mendorong kreatifitas dan keikutsertaan peserta didik dalam setiap
kegiatan pendidikan kepramukaan. Juga difungsikan untuk menumbuhkan rasa
cinta tanah air karena dilaksanakan berdasarkan sejarah dan budaya
bangsa Indonesia.
Romantika Perjuangan Bangsa Indonesia
Pada masa lalu perjuangan bangsa Indonesia masih bersifat kedaerahan,
sehingga mengalami banyak kegagalan dan secara bergantian negara kita
dapat dijajah oleh bangsa asing. Perjuangan dan pemberontakan bangsa
Indonesia muncul di mana-mana, tetapi hasilnya percuma saja, karena
belum adanya persatuan dan kesatuan bangsa.
Kiasan Dasar Pramuka dari Romantika Perjuangan Bangsa
Romantika sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah mendasari
kepramukaan di Indonesia. Termasuk dalam penggunaan berbagai istilah di
kepramukaan. Berikut ini adalah contoh kiasan dasar jenjang keanggotaan
dalam Gerakan Pramuka yang didasarkan pada periodesasi perjuangan bangsa
Indonesia.
- Jenjang keanggotaan pramuka paling awal dinamakan SIAGA. Siaga
merupakan anggota pramuka berusia 7 - 10 tahun. Kelahiran Budi Utomo
pada tanggal 20 Mei 1908 menjadi tonggak Kebangkitan Nasional. Ini pun
menandai dimulailah perjuangan baru, perjuangan MENYIAGAKAN rakyat.
- Jenjang keanggotaan pramuka setelah siaga adalah Penggalang,
yaitu usia 11 - 15 tahun dinamakan PENGGALANG. Sumpah Pemuda pada
tanggal 28 Oktober 1928 menjadi salah satu tonggak sejarah dalam
upaya PENGGALANGAN persatuan dan kesatuan bangsa yang dipelopori oleh
para pemuda-pemudi di seluruh Indonesia.
- Jenjang keanggotaan pramuka selanjutnya adalah Penegak,
yaitu pramuka berusia 16-20 tahun. Penegak sendiri diambil dari kata
"Tegak" dimana perjuangan bangsa Indonesia akhirnya membawa hasil dengan
TEGAKNYA Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.
- Jenjang keanggotaan selanjutnya adalah Pandega,
yaitu pramuka dengan usia 21-25 tahun. Tegaknya Negara Republik
Indonesia harus dilanjutkan dengan perjuangan dalam mengelola atau
MEMANDEGANI negara Indonesia di bidang pembangunan.
- Pembina
Pramuka adalah pramuka dewasa usia 25 tahun lebih yang terlibat aktif
di Gugusdepan sebagai pendidik dan pembimbing adik-adik anggota muda
pramuka. Pembangunan fisik maupun non fisik perlu terus di-BINA dan
dikembangkan dalam rangka mengantarkan bangsa Indonesia menuju kemajuan
dan kemakmuran.
Penggolongan dan tingkatan Tanda Kecakapan Umum
dalam Gerakan Pramuka pun dapat dilandasi dengan kiasan dasar. Dengan
berdasarkan masa perjuangan bangsa Indonesia itu, tingkatan Kecakapan
Umum Pramuka dapat dinyatakan:
- Tingkatan SKU Pramuka Siaga terdiri
atas Mula, Bantu, dan Tata; DIMULAI dengan pembangunan yang membutuhkan
BANTUAN dan kesadaran yang tinggi dan membutuhkan PENATAAN yang baik.
- Tingkatan SKU Pramuka Penggalang terdiri atas Ramu, Rakit,
dan Terap; pembangunan diawali dengan MERAMU (bahan) yang ada, kemudian
kita RAKIT (susun) setelah itu baru kita TERAPKAN (praktekan).
- Tingkatan SKU Pramuka Penegak terdiri atas Bantara dan Laksana; pembangunan tersebut kemudian membutuhkan BANTARA-bantara
(ajudan, pengawas, kader) pembangunan yang kuat, baik, terampil dan
bermoral yang sanggup MELAKSANAKAN pembangunan bangsa.
- Tingkatan SKU Pramuka pandega; setelah
pembangunan itu berhasil maka perlu yang MEMANDEGANI (mengelola,
memanage) pembangunan tersebut.
Itulah contoh penerapan kiasan dasar pramuka yang diambilkan dari
romantika sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Pelaksanaan kiasan dasar
haruslah menantang, menyenangkan, dan menarik bagi peserta didik namun
juga harus memperhatikan usia, tradisi, dan kondisi psikologis anggota
pramuka tersebut.